#DearTomorrow

#DearTomorrow

Beli Sekararang!

Select Page

Berbicara mengenai women empowerment, sosok Maudy Ayunda tentu sudah tidak asing untuk
disebutkan. Perempuan muda yang memiliki segudang prestasi ini tentunya juga memiliki sudut
pandang tersendiri.
Hal ini terungkap hasil wawancara dari berbagai macam media di Indonesia. Maudy menyebutkan
bahwa sebagai perempuan muda, mendengar pengalaman kehidupan dan karier yang dibalut dengan
pembahasan standar gender merupakan hal yang sangat empowering. Dalam bukunya yang berjudul
Dear Tomorrow, Maudy menyebutkan arti dari empowerment dari sudut pandangnya.

1. Keep an Open Mind
Maudy menyadari pada dasarnya setiap orang merupakan akumulasi dari pengalaman serta orang-
orang di sekitarnya. Kamu tidak selalu tahu bagaimana orang lain bisa sampai berada di titik sekarang.
Maka, sadarilah bahwa kamu bisa salah, apalagi dengan hanya berbekal fakta dari satu sisi. Misalnya,
ketika kamu menemukan sebuah informasi di media sosial atau isu politik yang sedang berkembang,
kamu jangan langsung percaya sepenuhnya. Kamu cari tahu dulu kebenaran informasi tersebut, jangan
mudah tersulut dengan komentar provokatif.
2. Saling Mendukung Sesama Perempuan
Jutaan anak perempuan menjadi sasaran pelecehan, pekerja anak, perdagangan seks, pernikahan anak,
dan pelanggaran lainnya. Kamu bisa mengunjungi tempat-tempat yang menampung atau melindungi
anak-anak dan kaum perempuan. Kamu dapat melengkapi staf lokal yang terampil untuk menawarkan
pelatihan, pendidikan, konseling, perawatan medis, pinjaman usaha kecil, dan program lain yang
menjangkau perempuan dan anak-anak—membantu mengakhiri siklus kekerasan berbasis gender.

3. Memberikan Dampak pada Lingkungan
Tingkat kemiskinan yang terus meningkat, sekolah-sekolah yang berkinerja buruk, dan kekerasan remaja
membuat remaja perempuan sulit untuk menjadi seorang gadis yang tumbuh dengan baik di Indonesia.
Sadar akan hal itu, mulailah ikut menjangkau dan memengaruhi kehidupan adik-adik di komunitasmu
dengan menjadi sukarelawan sebagai tutor atau mentor. Salah satu cara untuk membangun bimbingan
adalah melalui pendidikan.

4. Bantu ke Panti Asuhan
Kepedulian juga bisa kamu tunjukkan dengan membantu saudara kita yang kurang beruntung di panti
asuhan. Bertemu dengan mereka yang kehilangan kedua orang tua dan keluarga akan menggugah jiwa
sosial. Kamu dapat membantu menyelamatkan anak-anak muda di seluruh dunia dengan memberikan
edukasi dan perlengkapan seperti keranjang bayi, popok kain, selimut, wadah untuk air bersih, dan
sabun di panti tersebut. Tak lupa, salurkan ilmu dengan memberikan pelatihan mendidik anak untuk
para perawat di sana.

5. Tunjukkan Rasa Kepedulian Sesama
Kepedulian terhadap sesama bisa kamu tunjukkan dengan hal-hal kecil, seperti menolong orang tua
menyeberang jalan, mengantarkan orang yang kita kenal ke tempat yang dituju jika searah, atau
membantu mengangkat barang milik orang yang sudah kelelahan di sekitar kita.
Kamu juga bisa mendukung dengan ikut berpartisipasi dalam mengawasi dan mencegah adanya
kekerasan terhadap perempuan dan anak.

6. Ciptakan Ruang yang Aman
Wanita sering tidak punya tempat untuk berkumpul dengan wanita lain dan berbicara mengenai isu-isu
seperti kesetaraan gender, hak-hak wanita, atau kesehatan. Buatlah komunitas atau workshop yang
menyediakan ruang aman dan tepercaya bagi wanita untuk berkumpul dan belajar.

7. Mendorong Bimbingan dan Kolaborasi
Perempuan dapat meningkatkan peluang mereka untuk berhasil dalam bisnis ketika memiliki mentor
yang bisa memberikan contoh dalam kehidupan nyata.
Misalnya dengan memberikan hak untuk perempuan mengejar karier. Meski telah memiliki keluarga,
siapa pun tidak boleh menghalangi—pria atau wanita—untuk mengejar karier. Ciptakan suasana yang
memupuk kehidupan keluarga seperti jadwal kerja yang fleksibel, penitipan anak, dan pendidikan.
Perempuan harus merasa nyaman untuk menyuarakan ide-ide mereka—tidak hanya menyetujui dengan
rekan laki-laki mereka untuk melindungi diri mereka secara politis. Dorong semua orang untuk
berbicara.