#DearTomorrow

#DearTomorrow

Beli Sekararang!

Select Page

Ayunda Faza Maudya, atau yang kerap disapa Maudy Ayunda, merupakan seorang aktris yang memiliki segudang bakat dan prestasi. Maudy dikenal sejak membintangi film Untuk Rena pada 2006. Sejak saat itu, karier Maudy perlahan naik dan dikenal sebagai salah seorang aktris muda berbakat di industri hiburan Indonesia.

Jika para penggemar Maudy Ayunda sudah dapat mendiskripsikan sosok Maudy Ayunda seperti apa, kini giliran Maudy yang akan mendeskripsikan dirinya sendiri.

Secara profesional, Maudy adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan aktris. Ketika masih muda, Maudy merupakan seorang yang pemalu dan introver. Jika datang ke rumah Maudy, kalian hanya akan menemukan Maudy sedang membaca di sudut rumah. Kala itu Maudy tidak suka berada di keramaian. Ia pun tidak senang berada di panggung. Dibandingkan dengan saudara perempuannya, Maudy lebih tampak tidak punya nyali saat menjadi pusat perhatian.

Maka saat flashback ke masa itu, Maudy seperti tidak percaya bagaimana perjalanannya bisa sampai di titik sekarang. Untuk mencapai titik ini, Maudy banyak belajar dari orang lain. Maudy perlu berbagi energi dengan orang lain melalui seni ekspresi dan tulisan. Pada awalnya, ia sempat takut penampilannya tidak diterima. Apalagi Maudy pernah mengalami bullying ketika masa sekolah menengah. Namun, berkat dukungan orang tua dan kemauan yang kuat dari dalam diri Maudy, rasa takutnya bisa ia hadapi. Kini, ia tumbuh menjadi sosok perempuan menginspirasi di Indonesia.

Secara pribadi, Maudy ingin digambarkan sebagai seorang pendongeng, baik itu melalui musik, film, atau tulisan. Maudy menemukan semangat mengirimkan pesan sebaik mungkin. Maudy juga suka merangkai kata. Ia lebih mudah mengekspresikan emosi dengan kata. Kumpulan kata itulah yang nantinya menjadi bait dalam setiap lagu ciptaannya.

Seorang dengan Obsesi yang Aneh

Sisi lain dari Maudy, ternyata ia mempunyai obsesi besar dalam belajar. Ya, Maudy memiliki obsesi yang aneh dengan struktur dan pembelajaran. Tak heran jika ia sering ditanya, “Mengapa kamu begitu bergairah tentang pendidikan?” Biasanya Maudy hanya akan tersenyum dan memberikan jawaban sederhana, “Ya, karena saya suka belajar.”

Ketika ditanya sejak kapan ia mulai menyukai sekolah, Maudy tidak pernah ingat kapan tepatnya. Ia hanya mengingat saat menemukan lingkungan belajar yang cocok. Sebenarnya Maudy hanya menikmati waktu dan struktur yang ada di lingkungan sekolahnya. Maudy tak pernah mempermasalahkan metode pembelajaran yang diberikan kepadanya. Ia pun mengaku menikmati lingkungan pembelajaran konvensional—saat orang lain tidak merasakannya. Baginya, hal paling penting adalah setiap orang harus mendapatkan pendidikan yang bermanfaat. Hal ini akan membentuk cara berpikir dan passion yang ingin mereka kejar.

Menurut Maudy, setiap orang memiliki pengaruh terhadap orang lain, misalnya, ketika ia memiliki ketidaknyamanan dengan perjuangan saya sendiri. Rasa bertentangan dengan apa yang ingin saya lakukan VS apa yang seharusnya saya lakukan. Apa yang ingin saya perlihatkan vs seperti apa yang mereka ingin lihat. Siapa saya vs ingin seperti apa saya. Seperti kebanyakan orang, pikiran di dalam kepala Maudy pun bisa berantakan dan penuh dengan pertanyaan.

Jadi, siapakah Maudy? Maudy adalah gadis yang merasa ingin melangkah ke dunia. Maudy memiliki ide yang berbeda dari banyak orang. Maudy ingin melihat lagi ke belakang dan mengatakan bahwa ia telah membuat perbedaan untuk masa depan. Dan yang jelas, Maudy telah membawa perubahan yang berdampak pada kehidupan orang-orang.

Yuk, cari tahu lebih lengkap lagi mengenai cerita Maudy yang tidak semua orang tahu di Dear Tomorrow. Buku yang ditulis Maudy Ayunda sendiri akan membuatmu lebih mengenal sosoknya. Jadi, dapatkan segera bukunya di Bentang Pustaka! (novia intan)