#DearTomorrow

#DearTomorrow

Beli Sekararang!

Select Page

Cinta adalah sesuatu yang indah. Dengan cinta hidup terasa semakin bermakna. Cinta dapat mengubah
sesuatu yang biasa saja menjadi luar biasa. Kali ini, Maudy Ayunda juga ingin membagikan bagaimana
cara pandang dia terhadap cinta. Inilah cerita cinta seorang Maudy Ayunda.
Dalam bukunya yang berjudul Dear Tomorrow, Maudy menuliskan pertanyaan, “When you wake up,
who deserves a good morning from you today?”
Dalam mencintai, Maudy mengaku menjadi seseorang yang sangat dalam. Maksudnya, ketika sudah
mencintai seseorang, dia akan benar-benar tulus mencintai orang tersebut. Alasannya, mencintai tanpa
batas membuat hidupmu seperti memberikan segalanya. Dia berusaha memberikan yang terbaik untuk
apa pun yang dia cintai. Jika itu berjalan dengan baik, hidupmu akan terasa sempurna. Namun jika
sebaliknya, setidaknya kamu tidak akan menyesal telah memberikan yang terbaik.

Jatuh Cinta
Membahas soal cinta, menurut Maudy, sebenarnya cinta hanya akan membawa kita pada dua hal, yakni
memaafkan kemudian tetap tinggal atau melupakan kemudian pergi. Keduanya akan dihadapi ketika
kita menjalani hubungan. Namun kembali lagi, hal itu tidak bisa disamakan pada setiap orang, sebab
semua memiliki kisahnya masing-masing. Sementara Maudy justru berpendapat, mengapa tidak
keduanya disejajarkan? Artinya, mengapa kita tidak saling memaafkan kemudian pergi?
Hal tersebut bisa Maudy lakukan ketika ada seseorang yang menyakitinya. Memaafkan adalah respons
terbaik yang biasa ia lakukan. Bukan untuk penderitaan, tetapi bagi Maudy, dengan amarah, kebencian,
dan balas dendam hanya membuat energi negatif masuk ke tubuhmu. Dengan memaafkan seseorang,
kamu bisa merasakan kedamaian dan pengertian pada diri sendiri, dan menurut Maudy sendiri justru
dapat membuat dirinya lebih puas dan bersyukur.
Memang tidak mudah untuk memaafkan, apalagi bertahan ketika sudah tersakiti. Namun bagi Maudy,
kadang-kadang kombinasi terbaik adalah memaafkan dan memotong tali antara dirinya dan penyebab
rasa sakit di dalam hatinya.

Bersama Orang yang Sangat Kamu Cintai atau Bersama Seseorang yang Sangat Mencintaimu?
Pertanyaan yang kerap kali terdengar. Bagi Maudy, ia lebih memilih memberikan cinta, memancarkan
cinta, dan merangkul cinta. Katanya, jangan takut untuk memberi meskipun seseorang yang kamu beri
tidak memberikan cinta sebesar yang kamu berikan. Namun percayalah, dunia akan membalasmu
dengan kasih sayang yang berbeda.

Patah Hati
Tidak melulu jatuh cinta, Maudy pun pernah merasakan patah hati. Ia mengaku kisah-kisah patah
hatinya tertuang dalam lagu ataupun rangkaian kata yang ia buat. Saat-saat patah hati bagi Maudy
seakan merasakan empat hal ini:

– seperti melihat sekeliling ruangan dan tidak melihat wajah yang aku kenal;
– seperti hujan berjatuhan membasahi atas;
– seperti lagu sedih yang tidak cukup menyedihkan;
– seperti malam musim dingin—panjang dan tak kenal ampun.

Racun
Sadarkah kamu bahwa beberapa orang dihidupmu merupakan racun? Ya, Maudy juga menyadari itu.
Mereka biasanya akan memberikan pengaruh negatif kepadamu. Bad vibes ini terkadang bisa kamu
rasakan secara langsung, tetapi bisa juga tidak. Bahkan, orang yang terkenal peduli pun bisa
menyesatkanmu.

Pelajari Cara Menghilangkan Bad Vibes
Perhatikan bahwa motif di balik kata-kata ini adalah positif (entah itu cinta, kasih sayang) tetapi pada
intinya, biasanya mereka bertujuan mengecilkan hatimu. Mereka menanamkan keraguan dalam dirimu,
atau mereka menuntunmu untuk melihat dirimu secara negatif sehingga kamu tidak mampu mencapai
tujuan.
Maka, jaga jaraklah dengan orang-orang yang memiliki watak seperti itu. Jauhi orang-orang yang
membuatmu sulit untuk mencintai. Tidak ada seseorang yang layak menerima cinta darimu, lebih dari
dirimu sendiri.
Ketahui lebih lengkap cara pandang Maudy Ayunda tentang cinta dalam buku Dear Tomorrow. Dapatkan
bukunya di Bentang Pustaka sekarang juga!