#DearTomorrow

#DearTomorrow

Beli Sekararang!

Select Page

Setiap orang pasti mempunyai impian. Tinggal ingin diperjuangkan atau tidak. Begitu pula dengan seorang Maudy Ayunda. Memiliki segudang bakat dan prestasi, Maudy pun memiliki impian yang tinggi.

Maudy membagikan kisahnya dalam menggapai mimpi di bukunya, Dear Tomorrow. Berikut adalah cara dan kebiasaan Maudy untuk menggapai apa yang ia inginkan.

  1. Sesekali Tidak Apa-Apa Menjadi Egois

Tentang impian, kamu boleh sesekali egois. Kamu boleh bermimpi setinggi mungkin tanpa harus memikirkan orang lain. Namun ingat, poinnya adalah sesekali, yang berarti bukan setiap hari, ya. Egois di sini tandanya kamu benar-benar harus fokus pada tujuanmu. Tidak hanya fokus terhadap tujuan yang diinginkan, tetapi kamu juga harus fokus terhadap musuh terbesarmu yang bisa menjadi penghalang kesuksesanmu. Ada banyak musuh terbesar dalam dirimu selain kompetitor, misalnya diri yang pemalas, suka menyalahkan orang lain, atau mudah putus asa ketika gagal meraih kesuksesan yang diinginkan.

Egoislah terhadap tujuanmu. Dengan egois, kamu tak akan gentar dengan kegagalan apalagi mudah kalah dengan cacian. Kamu hanya memikirkan dirimu dan tujuanmu. Go ahead, keep dream work!

  1. You Can Do This!

Sering mendengar kalimat, “Ah, itu terlalu sulit, emang kamu bisa?” atau “Kamu tidak bisa melakukan ini.” Terkadang orang mengatakan bahwa kamu tidak dapat melakukan sesuatu karena mereka takut apa yang kamu lakukan tidak sesuai dengan harapan. Ketika kamu menghadapi hal ini, berusahalah jangan  mendengar. Tanggapi semampumu dan tetap jalani sesuai dengan rencana.

Buktikan bahwa kamu bisa melakukannya lebih besar dari ekspektasi, keraguan, dan rasa ketakutanmu. Yang perlu kamu lakukan hanyalah mencobanya dulu. Berusaha melakukan yang terbaik. Masalah hasil akan mengikuti sendiri jika kamu benar-benar melakukan dengan optimal. Seperti kata pepatah, “Proses tidak pernah mengkhianati hasil.”

  1. Bangun Lebih Pagi

Maudy menuturkan salah satu alasan ia bisa mencapai mimpi-mimpinya adalah kebiasaan bangun pagi. Salah satu manfaat yang sangat signifikan dari bangun pagi adalah mengurangi tingkat stres. Ketika bangun lebih awal, kamu tidak akan terburu-buru pada pagi hari. Kemudian, kamu dapat memulai hari dengan perencanaan yang optimis dan hal positif sepanjang hari.

Setiap hari, usai bangun tidur, ia mensyukuri apa yang telah diraih. Kemudian, ia berpikir ingin menjadi apa hari ini? Maudy akan menggunakan semua energinya untuk mengembangkan diri dan mencapai impiannya agar bermanfaat bagi banyak orang.

  1. Membaca Berita Terkini

Kebiasaan lain Maudy pada pagi hari adalah membaca berita terkini. Ini merupakan kebiasaan baik yang dapat memberikan nilai pendidikan yang bagus. Dengan membaca berita, Maudy bisa mendapatkan informasi tentang politik, ekonomi, hiburan, olahraga, bisnis, industri, perdagangan dalam negeri maupun luar negeri.

Selain memberi nutrisi bagi otak, kebiasaan membaca akan membuat diri Maudy lebih peka terhadap keadaan lingkungan sosial. Dengan begitu, dirinya bisa lebih bijak dalam mengambil suatu keputusan. Nah, pada era modern ini tidaklah sulit untuk mendapatkan informasi terkini melalui teknologi, bukan?

  1. Terus Belajar

Meski telah berusia 24 tahun dan menjadi salah seorang lulusan terbaik dari Oxford University, pencapaian tersebut tidak menghalangi Maudy untuk terus belajar di mana pun dan kapan pun.

Meski terkesan belajar itu tidak mudah, tetapi tidak ada yang lebih besar dari hasil pencapaianmu. Seperti halnya Maudy, ketika menjadi mahasiswa di Oxford University jangan tanya bagaimana ia benar-benar fokus terhadap kuliahnya. Ia pun lebih memilih untuk sejenak meninggalkan profesinya sebagai selebritas demi mencapai cita-citanya.

Ya, ketika memutuskan tujuan kita sendiri, kebahagiaan kita tidak bergantung pada orang lain. Kamu sendiri yang dapat memilih berapa jam untuk berlatih, dan kamu sendirilah yang mengambil kepemilikan atas apa yang ingin kamu capai.

Semua cerita Maudy tentang impian setinggi-tingginya bisa kamu baca dalam buku Dear Tomorrow yang ditulis langsung oleh seorang Maudy Ayunda. Dapatkan bukunya di Bentang Pustaka!